La'o Hamutuk

Instituto ba Analiza no Monitor Rekonstrusaun Timor Lorosa'e
East Timor Institute for Reconstruction Monitoring and Analysis
Institut Permantauan dan Analisis Reconstruksi Timor Lorosa'e

Bulletin   |   Surat Popular   |   Topic index   |   Reports & Announcements
Mission Statement   |   How to Join the LH Listserv   |   Home

Bantuan Australia seharusnya mendukung Timor-Leste, bukan mendukung kepentingan politik Australia

Untuk disebarluaskan pada, 6 Oktober 2005

English

Chronology of events and copies of documents

La’o Hamutuk mengutuk keputusan yang baru saja diambil oleh pemerintah Australia untuk mencabut komitmen AusAid membantu organisasi non pemerintah (LSM) Timor-Leste, karena organisasi non pemerintah Forum Tau Matan (FTM) mengekspresikan ketidaksetujuan mereka terhadap pandangan-pandangan politik Australia. 

“Tindakan sewenang-wenang dan menghukum ini mengingkari misi AusAID untuk membantu pembangunan ekonomi dan hukum Timor-Leste dan bertentangan dengan hak untuk berbicara secara bebas, yang dilindungi di Australia dan Timor-Leste,” kata Santina Soares dari La'o Hamutuk, organisasi non pemerintah Timor-Leste.

“La’o Hamutuk menyerukan kepada warga negara dan para pejabat pemerintah Australia untuk menuntut kepada pemerintah mereka bahwa pengelolaan program dana bantuan mereka tanpa ada intervensi politik” Kata Soares. “Dana hibah seharusnya diberikan menurut kebutuhan dan manfaat proyek yang diajukan, bukan menurut pernyataan publik manajer proyek.  Kami mendesak AusAID menjamin para penerima dana sekarang ini dan mereka yang berpotensial menerima dana di Timor-Leste bahwa mereka dapat mengekspresikan kebebasan berbicara tanpa hukuman.”

“AusAID menyatakan bahwa tujuan utama dari bantuan dana untuk Timor-Leste adalah memprioritaskan pembangunan hukum dan sistem peradilan untuk mendukung hukum dan aturan yang ada. Penolakan Australia untuk menjalankan prinsip-prinsip hukum internasional dalam negosiasi Laut Timor adalah penghinaan terhadap hukum dan peraturan.’’  Kata Santina Soares. “Pencurian mereka atas sumber-sumber daya laut Timor-Leste, termasuk 1 juta milyar Dolar Amerika dari ladang minyak Laminaria-Corallina, tidak memungkinkan bagi Timor-Leste untuk memberikan pelayanan-pelayanan pokok kepada rakyatnya dan jumlah ini lebih besar dari US$300 juta yang telah disumbangkan oleh AusAID sejak 1999.”

Website AusAid menyatakan bahwa tujuan lain dari mendukung kemampuan pemerintah dalam memberikan pelayanan-pelayanan dasar rakyatnya. AusAid juga menyatakan untuk mendukung pelayan kepada polisi dengan penghargaan penuh pada hak asasi manusia dan untuk membangun kemampuan dari lembaga-lembaga payung dalam sektor keadilan. Forum Tau Matan mengadopsi tujuan-tujuan tersebut.

Background

Desember tahun lalu, AusAID telah menjanjikan sebuah dana hibah sebesar AUS$65,000 untuk proyek pemantauan kondisi dan hak-hak hukum di penjara yang dilakukan oleh sebuah organisasi non pemerintah Timor-Leste bernama Forum Tau Matan (FTM).  Pemberian dana hibah ditunda karena permasalahan logistik di dalam birokrasi Australia.  Pada saat itulah, Canberra mengetahui bahwa pada bulan September tahun lalu FTM telah bergabung dengan delapan LSM lain untuk meminta Australia menghormati kedaulatan Timor-Leste dan menegosiasikan batas laut yang adil dan sesuai hukum.

Pada tanggal 7 Juni 2005, AusAID menginformasikan kepada Direktur FTM Joao Pequinho bahwa dana tidak akan diberikan karena “kami telah meninjau ulang cara-cara kerja sama dengan para organisasi non pemerintah (LSM) di sektor-sektor yang berbeda.’’ Pada akhir bulan Juli, Counselor AusAID menginformasikan FTM bahwa alasan yang sebenarnya pembatalan dana adalah FTM telah menandatangani siaran pers yang berjudul ‘’Masyarakat Sipil Timor-Leste Menuntut Penyelesaian yang Adil atas Batas Laut.’’  AusAid telah membayar sekitar 10% jumlah dana sebagai konpensasi kepada FTM ketika memutuskan komitmen mereka.

Sebelumnya FTM menerima dukungan bantuan dari PBB bagian HAM Umniset, Batuan Irlandia dan Caritas Australia.

AusAid sekarang ini sedang mengumpulkan permohonan Bantuan Dana Hak Asasi Manusia untuk tahun ini. Batas waktu yang ditentukan adalah 7 Oktober 2005.

La’o Hamutuk, Institut Pemantau dan Analisis Pembangunan Timor-Leste, berdiri pada tahun 2000 untuk meneliti, mendidik dan melakukan advokasi terhadap institusi-institusi internasional di Timor-Leste, termasuk program-program bantuan luar negeri.  Untuk tetap menjaga obyektifitasnya dan kemampuannya untuk berbicara keluar Timor, La’o Hamutuk tidak menerima dana dari AusAID atau institusi-institusi yang dipantaunya.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Alex Grainger atau Santina Soares di no telp ( +670) 3325013 atau email ke info@laohamutuk.org

Pada tanggal 6 Oktober 2005 La’o Hamutuk dan FTM melakukan Konferensi Press di NGO Forum Dili untuk mempublikasikan informasi di atas. Kanan: Elias Barros (FTM, Proyek Monitoring di Penjara), Santina Soares (La’o Hamutuk), Joao Pequino (Direktur Eksekutif FTM)